CANTIK JELITA
Oleh : Riskiansyah
Pintu membuka diri
menyambut satu per
satu gadis yang berjalan hati-hati
kursi tersusun
rapi menawarkan diri untuk diduduki
para meja sudah
penuh dihiasi makanan hasil petani
kali ini pintu
membuka diri sambil tersenyum pelan
kursi mengampiri
gelagapan menawarkan
makan terbang
mempersilahkan untuk dimakan
sulit dipercaya,
dia bersama sederhana
jelita matanya
dipenuhi cahaya lampu
lembut harum
tubuhnya memenuhi ruangan
duduk manis tanpa bersandar
senyumnya penuh
kedamaian
gelisah, kecewa,
amarah melewatinya tanpa menyapa
mereka tahu gadis
ini tidak pernah bertanya berapa harga mereka
nyamuk terhentak
kagum licin kulitnya
hanya mampu
menyapa “hai cantik jelita”
0 Komentar