Looking For Anything Specific?

ads header

MATA KULIAH MAGANG SEMESTER 4 (MANAJEMEN SEKOLAH)

MANAJEMEN SEKOLAH

Oleh : Riskiansyah

Kelas : PAI 4/E      

 Makul : Magang 1 

1. Pengertian Manajemen

a. Metode yang digunakan administrator dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.

b. Menurut G. R Terry menyatakan bahwa Manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lain nya.

c. Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan menyatakan bahwa Manjemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lain nya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

d. Process of working with and through others to accomplish organizational goals efficiently (Sergiovanni dkk, 1987).

e. Menurut Gordon (1976) menyatakan bahwa Manajemen adalah metode yang digunakan administrator untuk melakukan tugas-tugas tertentu atau mencapai tujuan tertentu.

2. Pengertian Sekolah

·   a. Sekolah adalah lembaga untuk para siswa pengajaran siswa/murid di bawah pengawasan guru.

     b. Menurut Daryanto (1997:544), sekolah adalah bangunan atau lembaga untuk belajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran.

·   c. Sekolah adalah suatu lembaga atau tempat untuk belajar seperti membaca, menulis dan belajar untuk berperilaku yang baik. Sekolah juga merupakan bagian integral dari suatu masyarakat yang berhadapan dengan kondisi nyata yang terdapat dalam masyarakat pada masa sekarang. Sekolah juga merupakan lingkungan kedua tempat anak-anak berlatih dan menumbuhkan kepribadiannya. (Made Pidarta, 1997:171).

    3. Pengertian Manajemen Sekolah

    a. Proses, dalam arti serangkaian kegiatan yang diupayakan kepala sekolah bagi kepentingan sekolahnya.

    b. Segala proses pendayagunaan semua komponen, baik komponen manusia maupun non manusia, yang dimiliki sekolah dalam rangka mencapai tujuan secara efisien.

    c. Tujuan manajemen sekolah: guna membantu pencapaian visi, misi, tujuan tahunan dan program-program sekolah.

4. Sekolah Yang Baik

·   a.  Model tujuan (model tradisional): pengukuran melalui tujuan-tujuan operasiona

·   b. Model sistem (pendekatan proses/multidimensi): konsistensi interal, efisiensi penggunaan dan keberhasilan mekanisme kerja

    c. Model tujuan-sistem: model parsons (adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi dan latensi) dan teori postman&weingartner (fungsi-fungsi esensial sekolah)

5. Fungsi-Fungsi Esensial Sekolah

·   a. Penstrukturan waktu

·   b. Penstrukturan aktivitas yang harus diikuti peserta didik

·   c. Pendefinisian kecerdasan, kemampuan intelektual, prestasi dan perilaku yang baik

·   d. Penilaian

·   e. Pemisahan peran dan tanggungjawab antara guru dan peserta didik

·   f. Supervisi dan pengawasan terhadap peserta didik

·   g.Pertanggungjawaban

6. Kegiatan Manajemen Sekolah

·    a. Peserta didik. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan informal, pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu

·    b. Kurikulum. Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.

·    c. Ketenagaan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata ketenagaan adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan tenaga. Contoh: uang itu akan digunakan untuk membiayai sektor ketenagaan dari berbagai proyek pln. Ketenagaan berasal dari kata dasar tenaga. Ketenagaan berasal dari kata dasar tenaga.

·    d. Sarana Prasarana. prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses( usaha, pembangunan, proyek). Menurut kamus besar Bahasa Indonesia sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan.

·    e. Keuangan. Keuangan mempelajari bagaimana cara mengetahui berbisnis individu, meningkatkan organisasi, mengalokasi, menggunakan sumber daya moneter dengan sejalannya waktu, dan juga menghitung risiko dalam menjalankan proyeknya.

·    f.Organisasi. Organisasi merupakan wadah atau tempat berkumpulnya orang dengan 3 sistematis, terpimpin, terkendali, terencana, rasional dalam memanfaatkan segala sumber daya baik dengan metode yang tepat sehingga mampu meraih tujuan bersama

·   g. Ketatalaksanaan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata ketatalaksanaan adalah hal (mengenai) tata laksana. Contoh: penyempurnaan ketatalaksanaan administrasi pengadilan tinggi di provinsi itu berjalan lancar. Ketatalaksanaan berasal dari kata dasar tata.

·   h. Humas. Hubungan masyarakat, atau sering disingkat humas adalah praktik mengelola penyebaran informasi antara individu atau organisasi dan masyarakat.

·   i. Supervisi internal. Supervisi internal adalah pengawasan yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam usaha untuk memperbaiki pengajaran serta menyeleksi pertumbuhan dan perkembangan jabatan guru-guru, menyeleksi, dan merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode-metode mengajar serta evaluasi pengajaran.

7. 8 Elemen Dalam Standar Nasional Pendidikan

·    a. Kompetensi lulusan. Dalam penjelasan Pasal 35 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa standar kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang harus dipenuhinya atau dicapainya dari suatu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

·    b. Isi (kurikulum). Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.

·    c. Proses pembelajaran. Proses pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru-siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar (Rustaman, 2001:461).

·    d. Pendidik dan tenaga kependidikan. Tenaga Kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang Penyelenggaraan Pendidikan.

·    e. Pengelolaan. Pendidik atau di Indonesia lebih dikenal dengan pengajar, adalah tenaga kependidikan yang berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan dengan tugas khusus sebagai profesi pendidik. 

·    f. Prasarana dan sarana. prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses( usaha, pembangunan, proyek). Menurut kamus besar Bahasa Indonesia sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan.

·    g. Pembiayaan. Pengertian pembiayaan secara umum adalah penyediaaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan

·    h. Penilaian. Menurut Permendikbud No.23 Tahun 2016, Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Kegiatan Penilaian memerlukan instrumen penilaian dan teknik penilaian.

8. Fungsi-Fungsi Manajemen Sekolah

·    a. Planning (perencanaan). Perencanaan dalam manajemen sekolah adalah suatu proses pengambilan keputusan sehubungan dengan hasil yang diinginkan, dengan penggunaan sumberdaya dan pembentukan suatu sistem komunikasi untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien

·    b. Organizing (pengorganisasian). Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya–sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya istilah pengorganisasian mempunyai bermacam-macam pengertian.

·    c. Leading (Pengerahan) mempengaruhi, mengarahkan, memotivasi dan mengawasi orang lain agar dapat melakukan tugas-tugas yang telah direncanakan sehingga mencapai sasaran dan tujuan sekolah

     d. Controlling (Pengawasan) . Controlling merupakan kegiatan atau pemeriksaan, pembandingan hasil dengan standar serta mengoreksi kegiatan atau standar.

CONTOH KEGIATAN MANAJEMEN SEKOLAH ; MANAJEMEN PESERTA DIDIK

Perencanaan

Pengorganisasian

Pengerahan

Pengawasan

Perencanaan daya tampung

Pengelompokan peserta didik berdasarkan pola tertentu

Pembinaan kedisiplinan

Pmantauan peserta didik

Perencanaan penerimaan peserta didik baru

 

Pencatatan kehadiran peserta didik

Penilaian peserta didik

Penerimaan peserta didik baru

 

Pengaturan perpindahan peserta didik

 

 

 

Pengaturan kelulusan peserta didik

 

CONTOH KEGIATAN MANAJEMEN SEKOLAH ; MANAJEMEN KURIKULUM

Perencanaan

Pengorganisasian

Pengerahan

Pengawasan

Analisis materi pelajaran

Pembagian tugas mengajar

Pengaturan pelaksanaan kegiatan tahun ajaran baru

Supervisi pelaksanaan pembelajaran

Penyusunan kalender pendidikan

Penyusunan jadwal pelajaran

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran

Evaluasi proses dan hasil pbm

Penyusunan program tahunanan dan semesteran

Penyusunan jadwal kegiatan perbaikan

 

 

Penyusunan satuan pelajaran

Penyusunan jadwal kegiatan pengayaan

 

 

Penyusunan RPP

Penyusunan jadwal kegiatan ekstrakurikuler

 

 

CONTOH KEGIATAN MANAJEMEN SEKOLAH ; MANAJEMEN KETENAGAAN

Perencanaan

Pengorganisasian

Pengerahan

Pengawasan

Analisis pekerjaan di sekolah

Pembagian tugas guru dan pegawai

Pembinaan profesionalisme guru dan pegawai

Pemantauan kinerja guru dan pegawai

Penyusunan formasi guru dan pegawai

 

Pembinaan karir guru dan pegawai

Penilaian kinerja guru dan pegawai

Perencanaan dan pengadaan guru dan pegawai baru

 

Pembinaan kesejahteraan guru dan pegawai

 

 

 

Pengaturan perpindahan dan pemberhentian guru dan pegawai

 

CONTOH KEGIATAN MANAJEMEN SEKOLAH ; MANAJEMEN FASILITAS

Perencanaan

Pengorganisasian

Pengerahan

Pengawasan

Analisis kebutuhan sarana/prasarana sekolah

Pendistribusian sarana/prasarana

Pemanfaatan sarana/prasarana sekolah secara efektif dan efisien

Pemantauan kinerja penggunaan dan pemeliharaan sarana/prasarana

Perencanaan dan pengadaan sarana/prasarana sekolah

Penataan sarana/prasarana sekolah

Pemeliharaan sarana/prasarana sekolah

Penilaian kinerja penggunaan dan pemeliharaan sarana/prasarana sekolah

Perencanaan dan pengadaan guru dan pegawai baru

 

Inventarisasi sarana/prasarana sekolah

 

 

 

Penghapusan sarana/prasarana

 

CONTOH KEGIATAN MANAJEMEN SEKOLAH; MANAJEMEN PEMBIAYAAN

Perencanaan

Pengorganisasian

Pengerahan

Pengawasan

Penyusunan RAPBS

Pengadaan dan pengalokasian anggaran berdasarkan RAPBS

Pelaksanaan anggaran sekolah

Pemantauan keuangan sekolah

 

 

Pembukuan keuangan sekolah

Penilaian kinerja manajemen keuangan sekolah

 

 

Pertanggungjawaban keuangan sekolah

 

 CONTOH KEGIATAN MANAJEMEN SEKOLAH; PENGORGANISASIAN

Perencanaan

Pengorganisasian

Pengerahan

Pengawasan

Penyusunan tugas dan fungsi

Penyusunan struktur organisasi

Pelaksanaan tugas sesuai dengan struktur organisasi

Pemantauan kinerja personel organisasi

Penyusunan personel

 

Pertanggungjawaban pelaksanaan tugas

Evaluasi

CONTOH KEGIATAN MANAJEMEN SEKOLAH; KETATALAKSANAAN DAN MANAJEMEN SISTEM INFORMASI

Perencanaan

Pengorganisasian

Pengerahan

Pengawasan

Perencanaan sistem ketatalaksanaan

Pengadaan sistem ketatalaksanaan

Implementasi sistem ketatalaksanaan

Pemantauan ketatalaksanaan

Perencanaan alur ketatalaksanaan

Pengadaan sistem informasi berbasis online

Pelaksanaan sistem informasi keuangan berbasis online

Pemantauan sistem informasi sekolah

Analisis manajemen sistem informasi sekolah

 

 

Penilaian kinerja sistem informasi sekolah

CONTOH KEGIATAN MANAJEMEN SEKOLAH; MANAJEMEN HUSEMAS

Perencanaan

Pengorganisasian

Pengerahan

Pengawasan

Analisis kebutuhan keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan sekolah

Pembagian tugas melaksanakan program husemas

Menciptakan hubungan sekolah dengan orangtua peserta didik

Pemantauan husemas

Penyusunan program husemas

 

Mendorong orangtua menyediakan lingkungan belajar efektif

Penilaian kinerja husemas

 

 

Mengadakan komunikasi dengan tokoh masyarakat

 

CONTOH KEGIATAN MANAJEMEN SEKOLAH; SUPERVISI INTERNAL

Perencanaan

Pengorganisasian

Pengerahan

Pengawasan

Analisis kebutuhan supervisi internal

Pembentukan tim pelaksana supervisi internal

Pembinaan dan pengarahan kepada tim supervisi internal

Pemantauan kegiatan supervisi internal

Penyusunan program supervisi internal

Penyusunan jadwal supervisi internal

Pelaksanaan supervisi internal

Pelaporan supervisi internal

Penyusunan standar acuan dalam supervisi internal

 

 

Evaluasi supervisi internal

 

Bahan bacaan :

http://staffnew.uny.ac.id/upload/132313278/pendidikan/MANAJEMEN+SEKOLAH.pdf  

Posting Komentar

0 Komentar