MANAJEMEN KELAS
Nama : Riskiansyah
Kelas : PAI 4/E
NIM : 11901177
A. Pengertian Manajemen dan Kelas
Kata manajemen berasal dari Bahasa Perancis kuno "management" yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Secara istilah manajemen adalah suatu proses kegiatan usaha mencapai tujuan tertentu melalui kerjasama dengan orang lain.
Stoner mengatakan bahwa manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Kelas dalam dunia pendidikan memiliki berbagai arti. Kelas bisa dikatakan sekolompok murid yang menghadapi pelajaran ataupun kuliah di perguruan tinggi, sekolah, atau lembaga pendidikan. Kelas bisa juga ditujukan kepada kegiatan belajar-mengajar itu sendiri.
B. Pengertian Manajemen Kelas
Menurut Hasri (2009 : 41) manajemen kelas merupakan ketentuan dan prosedur yang diperlukan guna menciptakan dan memelihari lingkungan tempat terjadi kegiatan belajar mengajar. Manajemen kelas juga dapat diartikan sebagai perangkat perilaku dan kegiatan guru yang diarahkan untuk menarik perilaku siswa yang wajar, pantas, dan layak serta usaha dalam meminimalkan gangguan.
Berikut ini adalah pengertian dari manajemen kelas dari beberapa ahli :
1. Nawawi : Manajemen kelas adalah kemampuan guru dalam mendayagukan potensi kelas baik berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personel untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah, sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan pengembangan murid.
2. Djamarah : Manajemen kelas merupakan upaya untuk memberdayagunakan potensi kelas dengan semaksimal mungkin untuk mendukung proses interaktif edukasi mencapai tujuan dari pembelajaran.
3. Sulistiyirini : Manajemen kelas adalah upaya yang dilakukan oleh seorang guru secara sistematis untuk menciptakan dan mewujudkan kondisi kelas yang dinamis dan kondusif dalam rangka menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien.
C. Tujuan Manajemen Kelas
Menurut Djamarah dan Zain (2010:178) pada hakikatnya tujuan dari manajemen kelas telah terkandung dalam tujuan dari pendidikan.
Wijaya dan Rusyam dalam bukunya yang berjudul kemampuan guru dalam proses belajar mengajar yang terbit pada tahun 1994, menyatakan bahwa tujuan dari manajemen kelas adalah :
1. Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
2. Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan/ perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.
3. Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
Tujuan manajemen kelas juga dapat dilihat dari Mudasir (2011:20), yaitu sebagai berikut :
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar.
2. Menghilangkan berbagai hambatan belajar yang dapat menghalangi terwujudnya kegiatan belajar.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa di kelas.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa di kelas.
4. Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi dan budaya serta sifat individual.
D. Prinsip Manajemen Kelas
Terdapat enam prinsip dari manajemen kelas menurut Muhaimin, yaitu :
1. Readiness atau prinsip kesiapan.
Kesiapan belajar meliputi kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, inteligensi, latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi, dll.
2. Motivation atau prinsip motivasi.
Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Adanya motivasi pada peserta didik maka akan bersungguh-sungguh menunjukkan minat, mempunyai perhatian, dan rasa ingin tahu yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar, berusaha keras dan memberikan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan tersebut serta terus bekerja sampai tugas-tugas tersebut terselesaikan.
3. Prinsip perhatian.
Perhatian adalah suatu strategi kognitif yang mencakup empat keterampilan yaitu berorientasi pada suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, mengabaikan stimuli yang tidak relevan, dan memusatkan diri pada aspek-aspek yang relevan.
4. Prinsip persepsi.
Prinsip umum yang perlu diperhatikan dalam menggunakan persepsi adalah :
a. Makin baik persepsi mengenai sesuatu makin mudah peserta didik belajar mengingat hal tesebut
b. Dalam pembelajaran perlu dihindari persepsi yang salah karena hal ini akan memberikan pengertian yang salah pada peserta didik tentang apa yang dipelajari.
c. Pembelajaran perlu diupayakan berbagai sumber belajar yang dapat mendekati benda sesungguhnya sehingga peserta didik memperoleh persepsi yang lebih akurat.
5. Prinsip retensi.
Retensi merupakan apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang dipelajari dapat bertahan atau tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat diingat kembali jika diperlukan.
6. Prinsip transfer
Transfer merupakan suatu proses dimana yang pernah dipelajari dapat memengaruhi proses mempelajari sesuatu yang baru. Transfer berarti pengaitan pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru dipelajari. Pengetahuan atau keterampilan yang diajarkan di sekolah selalu diasumsikan atau diharapkan dapat dipakai untuk memecahkan masalah yang dialami dalam kehidupan atau dalam pekerjaan yang akan dihadapi kelak.
E. Masalah-Masalah Dalam Manajemen Kelas
Masalah yang sering ditemukan adalah sebagai berikut.
1. Tingkat penguasaan materi oleh siswa di dalam kelas. Materi pelajaran yang diberikan kepada siswa terlalu tinggi atau sulit, sehingga tidak bisa diikuti oleh siswa, maka di sini diperlukan penyesuaian agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Apabila tidak diadakan penyesuaian, siswa-siswa tidak akan serius dan selalu menimbulkan kegaduhan.
2. Fasilitas yang diperlukan. Ini dapat mencakup alat, media, bahan, tempat, biaya, dan lain-lain, akan memungkinkan siswa belajar.
3. Kondisi siswa. Seperti siswa yang kelihatan sudah lesu dan tidak bergairah dalam menerima pelajaran.
4. Teknik mengajar guru. Bisa jadi guru dalam memberikan pengajaran kurang menarik atau kurang menggairahkan
Sumber bacaan :
Muchlisin Mulyadi, "Pengertian, Tujuan, dan Prinsip Manajemen Kelas" 07 November 2017
👇

0 Komentar